Justin Timberlake Diminta Perbaiki Album Baru Jamie Foxx

| Sunday, May 2, 2010
Kepiawaian Justin Timberlake dalam bidang musik memang sudah tidak diragukan lagi. Penyanyi yang juga aktor ini kemampuannya dengan ambil bagian di album baru Jamie Foxx. Timberlake membantu memperbaiki album Foxx yang ditunda peluncurannya hingga bulan Juli.

Menurut orang dalam bos label rekaman, Records/RCA tidak puas dengan lagu-lagu di album baru ini. Akhirnya Timberlake diminta membantu menulis lagu di album ini. "Timberlake ikut berkolaborasi dalam tiga track, termasuk single andalan pertama, yang berjudul Winner, yang dapat tanggapan bagus di radio."

Sempat ada kekhawatiran kalau keterlibatan Timberlake akan membuat Foxx kesal. Tapi sejauh ini tak ada protes. Namun menurut orang dalam, Foxx sedikit kesal lantaran materi albumnya diganti. Album ini sendiri sudah dua kali mengalami penundaan, awalnya dijadwalkan dirilis pada bulan April lalu ditunda hingga Juni, dan sekarang diundur lagi.
READ MORE - Justin Timberlake Diminta Perbaiki Album Baru Jamie Foxx

Lagu Unduhan di Inggris Meningkat

|
London - Statistik yang diungkapkan British Phonographic Industry menunjukkan bahwa industri musik Inggris tetap bertahan berkat dana yang dihasilkan dari unduhan internet resmi.

Angka-angka menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 1,4% per pendapatan keseluruhan untuk tahun 2009 dalam industri.

Mereka harus berterima kasih kepada online streaming dan download musik resmi. Penerimaan untuk layanan digital meningkat dari £127.800.000 pada 2008 menjadi £188.900.000 pada tahun lalu, menandai 47,8% peningkatan laba untuk pendapatan digital.

Uang yang dihasilkan dari digital dan online kini mencapai 20,3% dari pendapatan tahunan industri. Penjualan musik format fisik telah menurun 6,1%, melanjutkan tren penurunan dalam penjualan yang telah berlangsung selama enam tahun.

"Hal ini mendorong untuk melihat industri menstabilkan pendapatan dan bahkan menunjukkan pertumbuhan yang sederhana pada 2009," kata BPI Chief Executive Geoff Taylor.

"Ini merupakan bukti untuk melanjutkan investasi oleh label di Inggris pada tiap seniman yang berbakat agar tetap berkarya meskipun kondisi ekonomi, dan inovasi label telah menunjukkan perizinan dalam layanan digital yang baru," tambahnya.

Taylor menambahkan bahwa meskipun industri musik ini tidak menguntungkan seperti dulu. "Mari kita meletakkannya dalam perspektif lebih luas," katanya.

"Hasil pada tahun 2009 lalu sangat sederhana mengikuti hasil lima tahun pendapatan dalam tahunan, dan penghasilan total industri belum melewati £1 milyar sejak 2006." Taylor menyalahkan kasus hilangnya pendapatan ini karena banyak pengunduh ilegal.

British Phonographic Industry (BPI) adalah perkumpulan dagang industri rekaman Inggris. Anggotanya adalah ratusan perusahaan rekaman, termasuk keempat perusahaan rekaman besar (Warner Music Group, EMI, Sony BMG, dan Universal Music Group).

BPI adalah suara perwakilan dari bisnis rekaman musik di Inggris. Mereka adalah organisasi perdagangan yang didanai para anggotanya, yang meliputi empat label rekaman besar dan ratusan perusahaan musik independen di Inggris.

Akun anggota BPI sekitar 90% dari seluruh rekaman musik yang dijual di Inggris, dan pasar global rekaman musik Inggris adalah yang ketiga terbesar.

Berdiri pada 1973, BPI diamanatkan untuk "mendiskusikan masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama dan menegosiasikan industri rekaman Inggris dengan departemen pemerintah, serikat pekerja yang relevan dan pihak lain yang berkepentingan untuk memajukan kesejahteraan dan kepentingan industri rekaman Inggris."

Lebih dari 35 tahun kemudian, mereka masih menempatkan pernyataan misi di hati semua pekerjanya. Tujuan lainnya adalah untuk memerangi masalah pelanggaran hak cipta atau pembajakan.

BPI juga menyelenggarakan BRIT Awards tiap tahun serta menyelenggarakan juga BRIT Awards klasik. BRIT Awards mengorganisir perusahaan dengan terbatas, yang juga merupakan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya dari BPI. Hasil substansial dari keduanya ditujukan untuk BRIT Trust, badan amal yang telah disokong oleh BPI hampir £15 miliar untuk amal nasional, sejak berdiri pada 1989.

READ MORE - Lagu Unduhan di Inggris Meningkat

Peninggalan The Beatles Masih Diburu Kolektor

|
London - Koleksi barang milik personel eks band legendaris The Beatles rupanya masih diburu kolektor. Selembar kertas berisi tulisan tangan lirik lagu A Day In The Life diharapkan akan laku seharga US$700,000 (Rp6,3 miliar).

Lirik itu terdapat dalam lagu terakhir di album Sgt Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967) yang ditulis tangan John Lennon menggunakan pena dan tinta biru serta berisi koreksi dengan tinta merah, demikian seperti yang dilaporkan oleh BBC News. Kertas itu akan dijual oleh rumah lelang Sotheby's, di New York, 18 Juni 2010.

Bagi para pemburu barang-barang peninggalan The Beatles, bersiaplah menyiapkan dana yang cukup untuk mendapatkan lirik tersebut. Sotheby's melaporkan, lirik lagu itu akan dilepas tentunya pada penawar tertinggi.

Majalah Rolling Stone memuat lagu itu pada nomor 26 dalam daftar 500 lagu paling tersohor sepanjang masa. Sedangkan albumnya memenangkan empat penghargaan Grammy.

BBC melarang pemutaran lagu ini pada 1967 karena liriknya berbunyi I'd like to turn you on, yang diterjemahkan sebagai ajakan menggunakan obat terlarang. Akibatnya sejumlah negara di Asia juga kemudian merilis album Sgt Pepper's Lonely Hearts Club Band tanpa memuat lagu itu. Lirik lagu dalam kertas itulah yang tampaknya belakangan ditambahkan oleh Lennon.

Kertas itu menampilkan konsep lirik lagu, termasuk coretan pada tulisan yang salah seperti 'film' yang tertulis 'flim'. Pada lembaran di baliknya terdapat tulisan yang lebih rapi dengan huruf besar dan lebih sedikit perbaikan.

Balai lelang Sotheby's, menyebut lelang lirik A Day in the Life ini sebagai "lagu revolusioner yang menandai perubahan Beatles dari ikon pop menjadi artis".

Dalam lagu itu terdapat kata-kata He blew his mind out in a car/He didn't notice that the lights had changed, yang disebut berdasarkan pada kecelakaan yang menyebabkan kematian teman Lennon yang bernama Tara Browne.

Bait Four thousand holes in Blackburn Lancashire terinspirasi dari laporan mengenai banyaknya lubang di jalanan. Lennon terinspirasi oleh berita-berita dalam surat kabar saat membuat lagu itu. Dia bekerjasama dengan McCartney. Lennon mencatat sementara McCartney menyisipkan irama.

Manuskrip itu tidak menampilkan sumbangan McCartney dalam menciptakan irama tanpa tekanan mengenai jatuh dari tempat tidur dan berlari untuk mengejar bus.

"Dengan teriakan lemah I'd Love to turn you on, lagu ini biasanya ditafsirkan sebagai hymne bagi pengguna obat-obatan. Sebenarnya itu teriakan putus asa John, yang terjebak sebagai John yang tersenyum dalam koleksi gambar the Beatles dan pernikahan pertamanya memburuk, masih belum memutuskan untuk keluar, bergabung dengan Yoko Ono dan menjadi seniman sejati yang selalu dia inginkan," kata Philip Norman penulis biografi The Beatles dan John Lennon: The Life.

Menurut Sotheby's, rekor nilai lelang tertinggi untuk penjualan lirik lagu Beatles adalah All You Need Is Love, yang laku sebesar US$1 juta pada 2005.

Peristiwa pelelangan barang-barang peninggalan John Lennon ini bukanlah terjadi pertama kali. Kacamata yang pernah digunakan John Lennon saat tur The Beatles di Jepang pada 1966, telah mewarnai 'perang' lelang online. Para pengguna cyberspace yang juga penggemar berat John Lennon, tentu saja tak mau ketinggalan meramaikan pelelangan, yang akhirnya kacamata itu berada pada puncak harga yaitu mencapai US$1.5 juta.

Situs yang menggelar lelang online tersebut, 991.com, mengaku telah dibanjiri permintaan dari para penggemar Lennon yang minta disediakan kacamata yang pernah digunakan dalam acara-acara khusus.

Untunglah ada satu kacamata Lennon yang pernah diberikan kepada penerjemah grup band mereka sebagai hadiah. Sampai akhirnya dimiliki seorang kolektor asal Amerika, dan dimasukan dalam pelelangan.

Penyanyi sekaligus penulis lagu dari grup band The Beatles ini, hingga tahun lalu, masih memiliki kekayaan US$9 juta. Padahal, John telah meninggal pada 8 Desember 1980 akibat pembunuhan. Sejatinya, kekayaan ini menyusut jika dibandingkan pada 2006, saat ia memiliki US$24 juta.

Saat itu, The Beatles memenangkan perkara antara Apple Corps Ltd. (perusahaan rekaman mereka) dan distributor musik EMI. Hingga kini, ia masih mendapatkan bayaran dari tiap lagu yang digandakan secara legal dan penggunaan image-nya.

READ MORE - Peninggalan The Beatles Masih Diburu Kolektor