Showing posts with label The Beatles. Show all posts
Showing posts with label The Beatles. Show all posts

Yuk Mengenang Kejayaan The Beatles di Ceko!

| Wednesday, May 5, 2010
Jakarta - Masa-masa kejayaan band legendaris sekelas The Beatles seakan tidak ada akhirnya. Perkumpulan penggemar The Beatles, Beatlesmania menggelar pameran koleksi personel The Beatles di Museum Ceko.

Benda-benda koleksi The Beatles sengaja diterbangkan dari museum tertua di Liverpool, Inggris, Albert Dock menuju Museum Nasional Praha, Republik Ceko. Benda-benda bersejarah peninggalan band tahun 60an itu akan dipamerkan di Praha, Ceko.

Koleksi-koleksi unggulan yang akan dipamerkan di antaranya patung lilin empat personel The Beatles hasil bentukan Madame Tussaud. Tidak hanya itu, koleksi gitar banjo dan ukulele milik George Harrison pun akan mejeng.

"Kami senang bisa bekerja sama dengan Museum Nasional di Praha Ini adalah kesempatan ideal mempromosikan sebuah bangsa lewat penggemar The Beatles," kata manajer pihak yang merawat koleksi The Beatles di Albert Dock seperti dilansir Liverpool Daily Post, Rabu (5/5/2010).

Ikatan batin rakyat Rebublik Ceko dengan The Beatles memang lumayan kuat. Selain di Jepang, Amerika Serikat dan Inggris, Ceko juga mempunyai kenangan tersendiri dengan The Beatles.

Misalnya pada tahun 1968, lagu 'Revolution' milik John Lennon menjadi simbol perlawanan kaum muda Praha terhadap komunis. Setelah The Beatles bubar pun, virus Lennon, McCartney, Ringgo, dan Harrison manjadi trendsetter berpakaian dan gaya rambut mereka. Saat itu mereka mendengarkan lagu-lagu The Beatles di radio.

Tidak hanya The Beatles yang menjadi simbol semangat mereka dalam memberontak. John Lennon pun dijadikan simbol perlawanan baris depan. Sehingga rakyat Praha membuat sebuah monumen 'Lennon Wall'.

Diharapkan pameran koleksi The Beatles yang diadakan mulai Juni 2010 hingga Januari 2011 itu akan mengobati ratusan ribu penggemar The Beatles di Praha, Ceko. So, tunggu apalagi, bikin visa kunjungan ke Ceko dan nikmati koleksi benda peninggalan The Beatles.

READ MORE - Yuk Mengenang Kejayaan The Beatles di Ceko!

Peninggalan The Beatles Masih Diburu Kolektor

| Sunday, May 2, 2010
London - Koleksi barang milik personel eks band legendaris The Beatles rupanya masih diburu kolektor. Selembar kertas berisi tulisan tangan lirik lagu A Day In The Life diharapkan akan laku seharga US$700,000 (Rp6,3 miliar).

Lirik itu terdapat dalam lagu terakhir di album Sgt Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967) yang ditulis tangan John Lennon menggunakan pena dan tinta biru serta berisi koreksi dengan tinta merah, demikian seperti yang dilaporkan oleh BBC News. Kertas itu akan dijual oleh rumah lelang Sotheby's, di New York, 18 Juni 2010.

Bagi para pemburu barang-barang peninggalan The Beatles, bersiaplah menyiapkan dana yang cukup untuk mendapatkan lirik tersebut. Sotheby's melaporkan, lirik lagu itu akan dilepas tentunya pada penawar tertinggi.

Majalah Rolling Stone memuat lagu itu pada nomor 26 dalam daftar 500 lagu paling tersohor sepanjang masa. Sedangkan albumnya memenangkan empat penghargaan Grammy.

BBC melarang pemutaran lagu ini pada 1967 karena liriknya berbunyi I'd like to turn you on, yang diterjemahkan sebagai ajakan menggunakan obat terlarang. Akibatnya sejumlah negara di Asia juga kemudian merilis album Sgt Pepper's Lonely Hearts Club Band tanpa memuat lagu itu. Lirik lagu dalam kertas itulah yang tampaknya belakangan ditambahkan oleh Lennon.

Kertas itu menampilkan konsep lirik lagu, termasuk coretan pada tulisan yang salah seperti 'film' yang tertulis 'flim'. Pada lembaran di baliknya terdapat tulisan yang lebih rapi dengan huruf besar dan lebih sedikit perbaikan.

Balai lelang Sotheby's, menyebut lelang lirik A Day in the Life ini sebagai "lagu revolusioner yang menandai perubahan Beatles dari ikon pop menjadi artis".

Dalam lagu itu terdapat kata-kata He blew his mind out in a car/He didn't notice that the lights had changed, yang disebut berdasarkan pada kecelakaan yang menyebabkan kematian teman Lennon yang bernama Tara Browne.

Bait Four thousand holes in Blackburn Lancashire terinspirasi dari laporan mengenai banyaknya lubang di jalanan. Lennon terinspirasi oleh berita-berita dalam surat kabar saat membuat lagu itu. Dia bekerjasama dengan McCartney. Lennon mencatat sementara McCartney menyisipkan irama.

Manuskrip itu tidak menampilkan sumbangan McCartney dalam menciptakan irama tanpa tekanan mengenai jatuh dari tempat tidur dan berlari untuk mengejar bus.

"Dengan teriakan lemah I'd Love to turn you on, lagu ini biasanya ditafsirkan sebagai hymne bagi pengguna obat-obatan. Sebenarnya itu teriakan putus asa John, yang terjebak sebagai John yang tersenyum dalam koleksi gambar the Beatles dan pernikahan pertamanya memburuk, masih belum memutuskan untuk keluar, bergabung dengan Yoko Ono dan menjadi seniman sejati yang selalu dia inginkan," kata Philip Norman penulis biografi The Beatles dan John Lennon: The Life.

Menurut Sotheby's, rekor nilai lelang tertinggi untuk penjualan lirik lagu Beatles adalah All You Need Is Love, yang laku sebesar US$1 juta pada 2005.

Peristiwa pelelangan barang-barang peninggalan John Lennon ini bukanlah terjadi pertama kali. Kacamata yang pernah digunakan John Lennon saat tur The Beatles di Jepang pada 1966, telah mewarnai 'perang' lelang online. Para pengguna cyberspace yang juga penggemar berat John Lennon, tentu saja tak mau ketinggalan meramaikan pelelangan, yang akhirnya kacamata itu berada pada puncak harga yaitu mencapai US$1.5 juta.

Situs yang menggelar lelang online tersebut, 991.com, mengaku telah dibanjiri permintaan dari para penggemar Lennon yang minta disediakan kacamata yang pernah digunakan dalam acara-acara khusus.

Untunglah ada satu kacamata Lennon yang pernah diberikan kepada penerjemah grup band mereka sebagai hadiah. Sampai akhirnya dimiliki seorang kolektor asal Amerika, dan dimasukan dalam pelelangan.

Penyanyi sekaligus penulis lagu dari grup band The Beatles ini, hingga tahun lalu, masih memiliki kekayaan US$9 juta. Padahal, John telah meninggal pada 8 Desember 1980 akibat pembunuhan. Sejatinya, kekayaan ini menyusut jika dibandingkan pada 2006, saat ia memiliki US$24 juta.

Saat itu, The Beatles memenangkan perkara antara Apple Corps Ltd. (perusahaan rekaman mereka) dan distributor musik EMI. Hingga kini, ia masih mendapatkan bayaran dari tiap lagu yang digandakan secara legal dan penggunaan image-nya.

READ MORE - Peninggalan The Beatles Masih Diburu Kolektor

Antara The Beatles, Yesus, Soekarno

| Friday, April 16, 2010
London - Grup musik legendaris The Beatles hingga kini masih meninggalkan kesan mendalam bagi para pecinta musik. Mulai dari musiknya yang inovatif pada zamannya, hingga ke gaya hidup para personelnya yang tak luput dari perhatian dunia. Sejumlah lagu The beatles yang sering mengusung tema percintaan pun sering menimbulkan kontroversi.

Pada 1966, saat The Beatles tengah digandrungi jutaan orang, John Lennon mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kontroversi. Dalam sebuah interviu dengan London Evening Standard, Lennon menyatakan The Beatles lebih terkenal dibanding Yesus.

"Ajaran Kristen akan musnah. Aku tak tahu yang mana yang akan musnah lebih dulu, Rock n Roll atau ajaran Kristen. Tapi yang jelas kami sekarang lebih terkenal dibanding Yesus," jelasnya.

Publik menjadi marah. Orang yang mengecam pun tak sedikit. Konser mereka di beberapa tempat dibatalkan. Album dan memorabilia The Beatles dibakar. Bahkan beberapa radio menolak memutar lagu The Beatles.

Untuk meredakan amarah publik, jumpa pers pun digelar. Permohonan maaf pun disampaikan. Pemerintah Vatikan yang lantang menyuarakan pemboikotan TheBeatles akhirnya menerima permintaan maaf tersebut.

Kejadian itu memang telah berlalu. Namun bagi penggemar The Beatles, khususnya pecinta John Lennon, kejadian itu tak akan pernah terlupakan.

John Lennon adalah pelopor lahirnya The Beatles yang fenomenal. Akibat pemikirannya yang kontroversial, The Beatles menjadi besar. Sikap kritis dalam konteks spiritual dan sosial juga memengaruhi musik the fabulous four itu menjadi matang.

Salah satu contoh Lirik lagu The Beatles yang dianggap kontroversial yaitu Lucy In The Sky with Diamonds yang liriknya seolah menceritakan seseorang yang sedang 'mabuk' karena tengah memakai obat-obatan terlarang, serta judulnya yang jika disingkat berarti LSD (jenis narkoba).

Sementara lirik lagu A Day In The Life juga sempat ditolak oleh Radio BBC karena sepenggal baitnya yang berbunyi I'd love to turn you on... yang terkesan memprovokasi generasi muda menggunakan drugs.

Pada 26 Agustus 1965 di San Diego, The Beatles mengadakan sebuah konferensi pers dalam rangkaian tur dunia mereka di Amerika Serikat.

Pada saat itulah mereka menanggapi pernyataan Presiden Republik Indonesia Ir Soekarno terhadap musik The Beatles yang dianggap ngak ngik ngok pada saat itu. Seraya berkelakar mereka berkata, "Well, aku rasa itu perbuatan yang tolol," kata John Lennon.

Pernyataan itu kemudian ditimpali oleh Ringo Starr, "Its foolish". Kejengkelan mereka jelas tercermin dari komentar lugas yang muncul saat dicecar pertanyaan oleh wartawan.

"Soekarno harus membeli dulu album kami sebelum membakarnya, sehingga kami bisa dapat royalti," ujar George Harrison ketika mengetahui bahwa album The Beatles dibakar di Jakarta.

Paul McCartney sempat bergurau, "Daripada Soekarno membakar album kami, lebih baik album tersebut dikirim kepada kami. Nanti kami akan berikan potongan setengah harga."

Kisah polemik antara Soekarno dan The Beatles hanyalah salah satu dari banyaknya kontroversi seputar band fenomenal tersebut. Namun mereka sering menanggapi berbagai kritik dan polemik dengan santai. Dan John Lennon adalah sosok yang paling banyak menuai kontroversi.

The Beatles dibentuk di Liverpool pada 1959 dengan formasi awal John Lennon (Vokal, Gitar), Paul Mc Cartney (Vokal, Gitar), George Harrison (Vokal, Gitar), Stuart Sutcliffe (Bass) dan Pete Best (Drum).

Namun tak lama kemudian Stuart Sutcliffe mengundurkan diri. Ia pindah ke Jerman dan menikahi Astrid Kircherr dan wafat di sana pada 1962 akibat pendarahan otak. Lalu pada 1962, Pete Best hengkang dari The Beatles, dan posisinya digantikan oleh Richard Starkey alias Ringo Starr.

The Beatles bahkan mampu menjual lebih satu miliar kopi albumnya di seluruh dunia, sebuah prestasi yang sulit ditandingi oleh grup band manapun saat ini.

Manajer The Beatles, Brian Eipstein, pertama kali mendengarkan The Beatles lewat piringan hitam di toko musiknya. Lalu ia mulai menawarkan The Beatles kepada Decca Records, namun gagal waktu itu. Ia tak patah semangat. Brian mencoba menawarkan ke label Parlophone Records dan akhirnya berhasil diterima.

READ MORE - Antara The Beatles, Yesus, Soekarno

Vatikan Akhirnya Ampuni The Beatles

| Thursday, April 15, 2010
London - Vatikan akhirnya memaafkan The Beatles, puluhan tahun setelah John Lennon mengklaim The Beatles sebagai band yang lebih besar dari Yesus.

Sebuah artikel dalam surat kabar Vatikan L'Osservatore Romano yang memuji The Beatles mengatakan, lagu-lagu mereka yang indah mengomentari Yesus "tak berarti".

"Memang benar, mereka memakai obat-obatan terlarang, terbuai oleh keberhasilan mereka, mereka menjalani hidup tak terbatas," tulis artikel itu.

"Mereka bahkan mengatakan, mereka lebih terkenal dari pada Yesus. Tetapi setelah mendengarkan lagu-lagu mereka, semua ini tampaknya menjadi tak berarti."

Artikel itu pun menambahkan, melodi indah mereka, yang mengubah perjalanan musik pop selamanya dan masih memberikan kita emosi, hidup layaknya permata yang berharga.

The Beatles digambarkan sebagai suatu hal yang fenomenal, hal yang paling lama terjadi dan berlangsung konsisten dalam mewakili sejarah musik pop.

"Kekristenan akan berakhir, hilang, dan menyusut. Aku tak perlu berdebat soal itu. Aku benar dan akan terbukti bahwa aku benar. Sekarang kami lebih populer daripada Yesus. Aku tak tahu siapa yang akan pergi duluan, rock and roll atau kekristenan," ujar John Lennon ketika itu.

Pernyataan mengenai Yesus yang melukai perasaan umat Kristen itu diucapkan John Lenon pada 1966, saat The Beatles berada di puncak popularitasnya.

READ MORE - Vatikan Akhirnya Ampuni The Beatles